Alasan tolak Relokasi SMA Pabuaran Subang : SMA Pabuaran cuma dihargai Rp.500 juta ?

Perkembangan terakhir tentang Polemik Siswa vs Tai Sapi di SMA Pabuaran saat ini menunjukan sama sekali tidak ada perkembangan ! Wacana relokasi masih akan terus digulirkan, demikian keterangan  terakhir yang disampaikan oleh  Camat Pabuaran kepada Bupati LIRA Subang, Dick Faizal Akbar. Sementara pihak DPRD pun belum mengambil langkah-langkah sebagai respon atas Surat yang disampaikan LIRA dan spanduk yang dipasang di depan Gedung DPRD. Kenyataan ini sangat disayangkan sekaligus memprihatinkan. Oleh karena itu LIRA Subang memandang perlu  menegaskan lagi alasan penolakan Relokasi SMA Negeri Pabuaran, sebagai berikut :

  1. Persoalan mendasar adalah polusi bau yang ditimbulkan dari limbah Penggemukan sapi, bukan sekolahnya yang bermasalah;
  2. Langkah pertama yang seharusnya dilakukan adalah meneliti keabsahan kelengkapan perizinan pendirian pabrik penggemukan sapi, termasuk didalamnya AMDAL. Jika pun perzinannya lengkap maka selanjutnya harus dilakukan evaluasi atas perizinan tersebut;
  3. Jika Pemkab Subang menerima uang Rp. 500 juta dari perusahan untuk membeli lahan sebagai tempat relokasi SMA Pabuaran, maka hal ini dianggap bahwa Pemkab Subang telah melegitimasi pencemaran udara yang ditimbulkan oleh Perusahaan penggemukan sapi dan sekaligus legitimasi pendirian dan pengoperasian penggemukan sapi;
  4. Jika pendirian SMK Peternakan benar-benar dilaksanakan di bekas SMA Negeri Pabuaran, maka ini menunjukan buruknya Perencanaan Pembangunan Pendidikan di Kabupaten Subang. Karena, pembangunan dan pendirian SMK Negeri baru lebih sebagai sikap reaktif stakeholder Dinas Pendidikan dan Stakeholder Pemkab lainnya, yang dengan cerdik kemudian dikait-kaitkan dengan pengembangan SMK sebagai realisasi perbandingan SMA-SMK 70:30, hal ini dapat dipandang bahwa pengambilan keputusan stakeholder pemkab subang lebih berpihak dan menguntungkan pengusaha;
  5. Fokus utama LIRA adalah pengelolaan Limbah penggemukan sapi, SMA Pabuaran adalah  korban yang “menyerah” pada keadaan dan kondisi. Pernyataan Kepala Sekolah bahwa Relokasi adalah harga mati (lihat video wawancara) mengindikasikan kekeliruan  perspektif terhadap persoalan yang sebenarnya terjadi. Pernyataan ini dikhawatirkan akan mempengaruhi opini publik bahwa itulah solusi yang sudah tepat sebagai korban. Padahal dalam perspektif kami kepala sekolah seharusnya berada paling depan dan paling lantang memimpin warga sekolahnya menuntut relokasi pabrik, bukannya menuntut relokasi sekolah !!!
  6. Persoalan Limbah Penggemukan Sapi bukan persoalan SMA Paburan semata. Tapi persoalan masyarakat disekitarnya juga yang tidak memiliki daya untuk bersuara apalagi menolak. Bahkan SMA Pabuaran yang dipenuhi intelektual dan calon intelektual memilih pergi meninggalkan masyarakat.

6 (enam) alasan diatas menjadi dasar bagi LIRA untuk terus bergerak menggali konspirasi macam apa yang sebenarnya terjadi di SMA Pabuaran. Persoalan SMA Pabuaran hanyalah lubang kecil untuk mengintip dan menjadi jalan untuk memasuki belantara pelaksanaan prosedur pemberian izin operasional perusahaan, pendirian bangunan, pajak daerah, AMDAL dan lain-lain yang berkaitan dengan investasi di kabupaten subang. Lebih jauhnya lagi mengkaji korelasi antara bertebarannya industri di kabupaten subang dengan PAD kabupaten subang.

14 Responses to Alasan tolak Relokasi SMA Pabuaran Subang : SMA Pabuaran cuma dihargai Rp.500 juta ?

  1. bener kang, aneh ya kok kepala sekolah ngomong kayak gitu, trus yang aneh nya lagi kenapa kok siswa-siswanya pada diem ya ? apa belom diberi diberi pencerahan oleh LIRA ?

  2. UDIN URANG SILUMAN

    pengen tau bau byfresh plus bau tai sapi, datang aja ke sman 1 pabuaran, soalnya tiap bau tai sapi pasti disemprot byfresh (gratis dari perusahaan sapi)….
    ha…ha….ha

  3. mandraguna sakti

    paaaaak gimana gak tambah bau?
    itu jalan truk pengangkut limbah menuju area penjemuran di patok warga bakan pintu, soalaya jalannya rusak parah..kalau hujan becek, berlumpur dan bernoda tai sapi!!!
    jadi numpuk tuh dipenampungan limbah perusahaan
    POKOKNYA SELAMAT MENIKMATI HIDANGAN LAH

  4. SOLEH BELUM MUTAKIN

    dont worrry be bau tai sapi..
    nanti juga ada kompensasi pembagian sembako dan daging sapi dari perusahaan buat warga
    tapi apakah setimpal dengan dosa yang telah diperbuat kepada warga
    kalo tidak? .. tunggu saja kehancurannya kalo tidak di dunia ya di akhirat
    amiiiin…..

  5. ini teh gimana?
    anggota DPR sa Pabuaran anu opat urang cicing wae?
    teu apal? belum apal? atawa tara ngaplakeun?
    ngapalkeun atuh dewan….eleh ku budak sd….
    hayu hudang geus beurang ulah hees wae…!!
    gajihna gede oge?

  6. owh di Pabuaran ada anggota dewan sebanyak 4 orang ? masa seeeh ? kalo ada kok ga ngaruh ya ama masalah ini ?

  7. muhammad wahyudin

    bukannya siswanya pada diem tape, karna kita tidak bisa berbuat apalagi, kami mohon kepada Bpk pemerintah daerah subang,saya minta keadilannya dari bapak pemerintah daerah subang,

  8. saya minta keadilan nya dari pemerintah daerah subang

  9. bagaimana negara bisa maju kalau pendidikannya terganggu oleh pabrik sapi

  10. saya minta keadilannya dari pemerintah daerah subang,mohon SMAN 1 pabuaran bisa di atasi dari pabrik tai sapi,saya tunggu keadilan DPRD KABUPATEN SUBANG,

  11. DPRD artinya dewan penipu rakyat daerah

  12. kalo ga salah yang mengajukan wacana relokasi SMA Pabuaran itu justru anggota DPRD dari Komisi C, dulu waktu kunjungan ke pabrik sekitar bulan januari-februari. sekarang tinggal tanya aja ama mereka apa alasanya kok malah sekolah yang harus di relokasi.
    kang wahyudin, siswa jg sebenarnya bs berbuat. tuntut aja ke DPRD supaya dilakukan peninjauan ulang izin pabrik itu, atau tolak relokasi sekolah. itu ga susah kok. datang aja ke DPRD atau minta audiensi ke Bupati. cuma masalahnya, siswa nya mau apa ngga.

    • Terima kasih pada temen2 yang udah komen dan concern pada polemik ini.
      Khususnya untuk kang maman, Kami fikir Siswa sebaiknya tetap belajar, tidak usah dilibatkan dalam polemik ini. Beban mereka belajar pun sudah cukup berat. Cukuplah kita, lah para orang tua, komite sekolah, tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan yang memikirkan dan berupaya agar para siswa mendapat tempat nyaman untuk belajar. Prinsip dasar penyelesaiana ini tetaplah harus normatif dalam semangat kekeluargaan. Kita harus percaya bahwa wakil rakyat kita di DPRD dan Pemerintah akan mengambil sikap tegas dan tindakan yang bijaksana dalam polemik ini, tanpa terfokus pada persoalan relokasi semata tapi juga pada akar masalahnya yaitu limbah pabrik yang menimbulkan bau. Kami yakin Pemkab tidak akan gegabah dalam menangani masalah ini. Tinggal kita yg tetap konsisten mengawal proses ini, dengan tetap berada pada koridor hukum yg berlaku. Jika segala upaya telah kita lakukan ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarkat, ya harus diterima sebagai resiko politik sewaktu dulu kita memilih wakil rakyat dan memilih Bupati. Ini pelajaran berharga agar pada masa yg akan datang kita juga lebih hati2 memilih wakil rakyat dan memilih bupati.
      Kami masih tetap akan berusaha mengawal semaksimal yg kami bisa, semoga semuanya berjalan lancar.
      salam.

      • mantabs !!! jawaban yang bijak gan. ane setuju. trus berjuang gan. kalo mo ada aksi lain mohon diumumkan 2 hr sebelumnya gan ane jd penasaran pengen ikut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s